Sejarah Saparan Jatinom Klaten

Diposting oleh wigpran pada 12:17, 03-Mei-11

Di: Sejarah

Di tiap pertengahan bulan Sapar atau Safar penanggalan Hijriyah, Dukuh Jatinom, Kabupaten Klaten akan diserbu berduyun-duyun masyarakt sekitar maupun luar kota untuk menyaksikan upacara Ongkowiyu atau lebih dikenal dengan Yaqowiyu untuk memperebutkan kue apem yang disusun berbentuk gunungan. Tak tanggung-tanggung, di puncak acara, apem yang total mencapai 4,5 ton itu diserbu oleh sekitar 50.000 orang yang telah berkumpul. Bisa dibayangkan semeriah apa acara tersebut, orang rela berdesak-desakan dan berlomba meraup apem yang disebarkan oleh panitia. Kebanyakan orang datang kesana berharap berkah dari Kyai Ageng Gribig, sang pelopor acara. Bahkan banyak ibu-ibu dan nenek- nenek yang nekat menceburkan diri dalam kerumunan hanya untuk mendapat kue apem dengan harapan agar usahanya lancar dan diberkahi. Tak hanya penduduk lokal, para wisatawan pun kerap datang menyaksikan kemeriahan acara ini Upacara ini berawal dari pengajian yang diadakan oleh Kyai Ageng Gribig yang pada saat mengakhiri acara selalu memanjatkan doa “ Ya qowiyu Yaa Assis qowina wal muslimin, Ya qowiyyu warsuqna wal muslimin ” , untuk memohon kekuatan terhadap kaum muslim. Untuk menghormati para tamu, maka dibuatlah hidangan kue apem dan makanan kecil lainnya. Dari situlah kemudian upacara ini berkembang pesat dan menjadi besar seperti sekarang ini. Penyusunan gunungan apem itu juga ada artinya, apem disusun menurun seperti sate 4-2-4-4-3 maksudnya jumlah rakaat dalam shalat isa/ subuh/ zuhur/ ashar/ dan magrib. Konon menurut sejarah suatu hari di bulan sapar ki ageng gribig yang merupakan keturunan prabu brawijaya kembali dari perjalanannya ke tanah suci ia membawa oleh- oleh 3 buah makanan dari sana. Sayangnya saat akan dibagikan kepada penduduk, jumlahnya tak memadai bersama sang istri iapun membuat kue sejenis. Kue-kue inilah yang kemudian disebarkan kepada penduduk setempat/ yang berebutan mendapatkannya sambil menyebarkan kue-kue ini iapun meneriakkan kata “ yaqowiyu ” yang artinya “ tuhan berilah kekuatan ” Makanan ini kemudian dikenal dengan nama apem saduran bahasa arab “ affan ” yang bermakna ampunan tujuannya agar masyarakat selalu memohon ampunan kepada sang pencipta. Perayaan yang dipusatkan di kompleks makam Kyai Ageng Gribig ini biasanya dihadiri Bupati beserta pejabat Kabupaten Klaten agar lebih meramaikan suasana dan mendekatkan diri kepada rakyat.

Bagikan ke Facebook Bagikan ke Twitter

Komentar

Belum ada komentar. Tulislah komentar pertama!

Komentar Baru

[Masuk]
Nama:

Komentar:
(Beberapa Tag BBCode diperbolehkan)

Kode Keamanan:
Aktifkan Gambar